arti belanja modal untuk sahabat desa

arti belanja modal untuk sahabat desa

Kali ini sudut desa akan membahas tentang kriteria belanja modal. Belanja modal adalah suatu pengeluaran anggaran yang dilakukan untuk memperoleh aset tetap atau aset tetap lainnya yang memberi masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.


Untuk mengetahui apakah suatu belanja tersebut merupakan belanja modal,kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari aset tetap dan aset lainnya.


Aset tetap ini memiliki ciri-ciri yang pertama berwujud yang akan menambah aset pemerintah dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun kemudian nilainya relatif material.


Sedangkan aset tetap lainnya mempunyai ciri-ciri tidak berwujud yang akan menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, dan nilainya material juga.


Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu belanja dapat dikategorikan sebagai belanja modal ketika pengeluaran tersebut menambah aset tetap atau aset tetap lainnya yang akan menambah aset pemerintah.


Yang kedua pengeluaran tersebut melewati batas minimal dari kapitalisasi aset tetap atau aset tetap lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Dan yang ketiga perolehan aset tetap dan aset tetap lainnya tidak niatkan untuk dijual.
Komponen belanja modal meliputi antara lain belanja modal perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan mesin, jalan, irigasi, aset tetap lainnya atau aset lainnya itu contoh-contoh dari belanja modal.


Lalu bagaimana sih perhitungan komponen nilai perolehannya? Apakah harga aslinya, atau ada biaya lain?
Komponen perolehan dihitung berdasarkan nilai perolehan belanja modal tersebut ditambah biaya-biaya yang terkait hingga belanja modal tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya.


Contoh apa aja biaya terkait tersebut? Biaya pengiriman, biaya broker, biaya uji coba atau sebelum digunakan seperti jasa konsultasi perencana, konsultasi pengawas, atau kalau misalnya butuh orang dengan kemampuan mengoperasikan software itupun termasuk biaya komponen nilai perolehan.


Contoh kita akan membeli sebuah mesin seharga 20juta, lalu 20 juta tersebut kita catat sebagai 20 juta? Tidak, karena kita belinya misalnya dari jakarta tapi kantor desanya di madura. Jadi ada biaya transportasi 1 juta misalnya maka biaya perolehan nya 21 juta tapi ketika sampai di kantor desa ternyata kita harus coba dulu barangnya sudah normal semua atau sudah bisa digunakan dengan baik dan biaya percobaan membutuhkan biaya 500 ribu. Jadi konsep nilai perolehan suatu aset tersebut 20juta + 1juta + 500 ribu menjadi 21 juta 500 riibu.


Di samping belanja modal untuk perolehan aset tetap atau aset lainnya pengeluaran-pengeluaran pak itu juga dapat dikategorikan sebagai belanja modal, namun harus memenuhi kriteria sebagai berikut.


1. Pengeluran belanja tersebut harus menambah masa manfaat, kualitas, kapasitas dan volume 2. Pengeluarab belanja harus memenuhi nilai minimum kapitalisasi dari aset tetap atau aset lainnya.


Contohnya jika pemerintah menganggarkan di dalam APBN atau APBD pengeluaran untuk perbaikan kantor, jika kantor tersebut atapnya bocor. Atap yang lama yang terbuat dari seng di ubah menjadi genteng baru yang terbuat dari keramik, yang lebih baik tentunya.


Hal tersebut dapat direncanakan dengan menelan biaya sebesar 20 juta. Pengeluaran untuk perbaikan dari atap tersebut dapat menambah masa manfaat, kualitas, kapasitas dan volume dari gedung kantor tersebut.


Oleh karena itu hal tersebut dapat memenuhi kriteria yang pertama, lalu hal tersebut juga dapat memenuhi kita yang kedua karena memenuhi nilai minimum kapitalisasi dari aset tetap atau aset lainnya yaitu sebesar 10 juta.


Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 8 tahun 2006 pembayaran termin terakhir atas pekerjaan yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
Yang pertama pembayaran dilakukan sebesar 95% dari nilai kontrak, dan 5% dari nilai kontrak merupakan retensi selama masa pemeliharaan.


Kedua pembayaran dilakukan sebesar 100% dari nilai kontrak dan pihak penyedia barang atau jasa menyerahkan jaminan bank sebesar 5% yang dikeluarkan oleh bank umum atau perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi kerugian dan dapat di reasuransikan bersasarkan ketentuan menteri keuangan.

Baca jugaPengertian, Jenis, Penggolongan, Serta Kebijakan Umum Pengelolaan Aset Desa

Beberapa contoh dari belanja modal contohnya adalah belanja kendaraan dinas untuk keperluan tugas dan fungsi kepala dinas, contohnya beli mobil untuk mobil dinas kepala dinas itu adalah belanja modal.


Namun bagaimana jika pembelian mobil tersebut untuk di hibahkan ke PMI? Itu bukan masuk belanja modal tapi belanja hibah, kenapa demikian? Karena belanja tersebut dikategorikan sebagai belanja hibah. 


Contoh belanja modal yang lainnya adalah pembelian tanah. Pembelian tanah dalam memenuhi fungsi dan tugas dari unit kerja, maka masuk ke dalam belanja modal. Semua biaya yang tercatat dalam belanja tersebut juga masuk ke dalam Belanja modal.


Bagaimana jika kita membeli spidol yang bisa digunakan lebih dari 1 tahun apakah masuk ke banyak modal? Tidak, kenapa demikian? Karena tidak memenuhi kapitalisasi yang ada maka termasuk dalam belanja operasional.


Rony Brothers

LihatTutupKomentar