Konsep Pengembangan Desa Wisata

 

Pengembangan Desa Wisata

SUDUT DESA CLUB - Konsep Pengembangan Desa Wisata. Desa memiliki peran strategis dalam rangka pembangunan nasional  karena memasok hampir seluruh kebutuhan pangan.

Demikian pula Desa memasok kebutuhan tenaga kerja yang lumayan besar di kota, tetapi kehidupan di Desa dikala ini belum tumbuh sebagaimana mestinya.

Banyak penduduk desa tidak tertarik lagi untuk bekerja di pedesaan. Sektor pertanian belum memberikan penghasilan yang cukup bagi mereka sehingga sebagian besar bermigrasi ke kota.

Ada banyak pilihan untuk memajukan desa dan menyediakan pekerjaan yang layak di desa. Pengembangan pariwisata misalnya bisa menjadi pilihan.

Pengembangan pariwisata bisa membagikan donasi yang besar buat kesejahteraan warga di dunia donasi zona pariwisata menggapai 10% terhadap produk nasional bruto dan menyumbangkan 7% dari total nilai ekspor dunia. Di Indonesia pariwisata penyumbang PDB sebesar 130,5 Triliun Rupiah, lapangan pekerjaan bagi 11,9 juta orang, dan devisa sebesar 12, 4 miliar US Dollar.

Usaha pariwisata juga melibatkan masyarakat termasuk usaha kecil dan menengah dan rumah tangga. Sebagai contoh masyarakat dapat memanfaatkan kamar kosong, dan layanan makanan dan minuman di rumahnya masing-masing sebagai cikal bakal homestay. Masyarakat juga dapat menghasilkan kerajinan dan olahan pangan untuk dijadikan cenderamata. Layanan wisata berbasis masyarakat dalam bentuk desa wisata juga sudah berkembang di berbagai pelosok tanah air.

Beberapa contoh misalnya desa wisata Nagari Pariangan di Sumatera Barat, desa wisata pentingsari di Daerah Istimewa Yogyakarta, desa wisata Penglipuran di Bali, desa wisata Sembalun Lombok Nusa Tenggara Barat, Desa Wisata Wae Rebo di Flores Nusa Tenggara Timur.

Hasilnya selain masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan dari usaha-usaha pelestarian lingkungan dan budaya lokal juga bisa lebih terjaga. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa desa wisata merupakan konsep yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Lantas apa yang dimaksud dengan desa wisata? Konsep pengembangan desa wisata adalah menjadikan desa sebagai sebuah destinasi pariwisata dengan cara memadukan daya tarik wisata alam, budaya, dan layanan fasilitas umum, pariwisata dan aksesibilitas yang memadai dengan tata cara dan tradisi kehidupan masyarakat desa.

Prinsip utama dalam pengembangan desa wisata adalah Desa membangun difokuskan pada pemberdayaan masyarakat untuk dapat membangun desanya secara mandiri. Pengembangan desa wisata ialah misi pemerintah buat tingkatkan kesejahteraan warga lewat pengembangan usaha produktif di bidang pariwisata cocok dengan kemampuan serta sumberdaya lokal.

Saat ini terdapat 1073 desa yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Bagaimana pemerintah mendukung pengembangan desa wisata? Pemerintah dapat menyediakan pendampingan, pelatihan, penyediaan infrastruktur, fasilitas akses finansial, promosi dan pengembangan kemitraan. Bagaikan contoh pendampingan yang diberikan dapat mencakup penyiapan tata kelola, pengembangan usaha pariwisata, homestay, paket wisata, kerajinan, restoran serta lain- lain serta akses pembiayaan dana bergulir, dan pemasaran, pembuatan web event, serta pameran berkolaborasi dengan agen wisata serta media penerapan program.

Pengembangan desa wisata di dukung oleh kementerian pariwisata, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lalu Bagaimana masyarakat desa dapat mengembangkan desa wisata?, berikut Konsep Pengembangan Desa Wisata

Tahapan pengembangan desa wisata

Perencanaan

  1. Identifikasi potensi dan daya tarik wisata
  2. Pemetaan pemangku kepentingan
  3. Peningkatan sadar wisata atau Sapta Pesona bagi masyarakat sekitar.
  4. Pemilihan Kelompok kerja, koordinator, dan penunjang
  5. Penyusunan rencana kerja dan anggaran dan detail rencana aksi.
  6. Penyusunan peraturan Desa
  7. Penyusunan sop

Pelaksanaan

  1. Sosialisasi rencana aksi.
  2. Pengaturan tata ruang dan penyiapan infrastruktur
  3. Penyiapan SDM
  4. Peningkatan ragam kualitas produk dan layanan serta tata kelola destinasi
  5. Peningkatan layanan pendukung wisata, transportasi informasi, dan akomodasi
  6. Promosi dan pemasaran desa wisata
  7. Sinergi pemerintah dan masyarakat.

Pemantauan dan evaluasi

  1. Pengumpulan data. Misalnya jumlah kunjungan, lama tinggal, pengeluaran wisatawan, pilihan produk, tingkat kepuasan.
  2. Pemantauan dan evaluasi kinerja kelembagaan. Pengelola, dukungan Desa, kemitraan, daya ungkit dari pembiayaan
  1. Partisipasi masyarakat
  2. Akuntabilitas rencana kerja
  3. Dampak sosial ekonomi dan lingkungan
  4. Pembelajaran
  5. Pelaporan

Pengembangan desa wisata diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi. Seperti pendapatan dan lapangan kerja, manfaat sosial seperti peningkatan keterampilan masyarakat, manfaat lingkungan seperti perbaikan infrastruktur, dan manfaat lainnya bagi masyarakat.

Pemerintah di depan agar lebih menggalakkan program pengembangan desa wisata dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program ini. Pemerintah juga akan dilengkapi pengembangan desa wisata dengan penyusunan standar destinasi, pengelolaan, dan SDA.

Hasilnya diharapkan dapat direplikasi di banyak Desa potensial lainnya demi tercapainya tujuan bersama yakni meningkatnya kualitas lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan besarnya budaya masyarakat di desa wisata.

Itulah beberapa uraian bagaimana Konsep Pengembangan Desa Wisata untuk di jadikan refrensi. Semoga bermanfaat

(*/rb)

 

LihatTutupKomentar