Pemdes Pajeruan Salurkan BLT DD tahap 5 dan 6


sudut desa

Sampang-Sudut Desa.Club, 
Pemerintah Desa (Pemdes) Pajeruan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang menyalurkan BLT Dana Desa periode Agustus dan September secara bersamaan (Senin, 12 Oktober 2020). Pelaksanaan penyaluran tersebut di lakukan sama seperti periode sebelumnya, BLT Dana Desa di salurkan kepada 443 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nominal 300.000 perbulan, dan pelaksanaannya memperhatikan protokol kesehatan. Yang membuat berbeda dari tahap sebelumnya penyaluran kali ini 2 periode penerimaan BLT Dana Desa di salurkan secara bersamaan. 
Dalam perjalanannya pertama kali muncul regulasi yang menaungi BLT Dana Desa yaitu Peraturan Menteri Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Permendes PDTT) nomor 6 tahun 2020. Beberapa point di dalamnya mengatur tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2020 untuk BLT Dana Desa Periode April sampai dengan Juni, Permendes PDTT nomor 6 tahun 2020 adalah perubahan dari Permendes PDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa 2020 yang pada saat itu tidak tercantum prioritas penggunaan Dana Desa untuk BLT. Permendes PDTT nomor 6 tahun 2020 merupakan bentuk Feedback dari penetapan penyebaran virus Covid-19 sebagai bencana Nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 12 Tahun 2020. 

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang cukup mengalami kesulitan menghadapi pandemi. Masuknya corona virus disease di indonesia pertama kali terdeteksi pada 2 maret 2020 dengan 2 kasus. penyebaran wabah corona terus mengalami peningkatan, 31 maret 114 Kasus, 30 April naik 347 kasus, 31 mei bertambah 700 kasus.Pemerintahpun melakukan langkah cepat dengan memperpanjang jaring pengaman sosial (JPS) salah satu di antaranya BLT Dana Desa. Kementerian Desa mengeluarkan Permendes PDTT nomor 7 tahun 2020 perubahan kedua atas permendes 11 tahun 2019 sebagai payung hukum perpanjangan BLT Dana Desa sampai dengan September 2020.

Langkah perpanjangan pemberian jaring pengaman sosial oleh pemerintah merupakan bentuk upaya pemerintah dalam melindungi warga negara indonesia dari dampak covid-19 agar bisa menopang tingkat konsumsi rumah tangga  dan mengantisipasi turunnya daya beli masyarakat. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 terjun bebas minus 5,32 persen. Hampir seluruh sektor terdampak, bukan hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mendapatkan dampak serius akibat pandemi covid-19. Terbatasnya aktivitas masyarakat mempengaruhi aktivitas bisnis yang selanjutnya berimbas pada perekonomian di tingkat kota sampai ke perdesaan.

Dampak ekonomi juga di rasakan oleh masyarakat Desa Pajeruan. Hj. Mukimah salah satu warga di dusun burneh yang mempunyai penghasilan dari toko kecil mengungkapkan bahwa di masa pandemi ini sangat berpengaruh pada penghasilannya tiap bulan, dimana sebelum masa pandemi Hj. Mukimah mengaku mendapat penghasilan  sebesar 900 sampai dengan 1.100 ribu tiap bulan dari penjualannya kini Hj. Mukimah hanya bisa mendapatkan penghasilan sebesar 300 ribu sampai dengan 500 ribu.

"Pembeli sekarang sepi, tidak seperti biasanya. sebelum ada covid masih lumayan tiap bulan saya bisa mendapatkan keuntungan 900 ribu sampai dengan 1.100 sekarang berkisar 300 ribu sampai dengan 500 ribu, buat makan saja belum tentu cukup" Ungkap Hj. Mukimah

SUDUT DESA Pemdes Pajeruan

Hj. Mukimah menambahkan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya BLT Dana Desa dia merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari "Alhamdulillah walaupun di masa pandemi ini penghasilan saya berkurang tapi masih terbantu dengan adanya bantuan BLT Dana Desa" terangnya.

Beberapa pakar memprediksi berakhirnya pandemi virus corona disease dari indonesia, Salah satunya disampaikan oleh Guru Besar Statistika dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dedi Rosadi. Guru Besar Statistika UGM tersebut mengatakan virus corona disease akan berakhir pada pertengahan Februari 2021 dengan total kasus konfirmasi positif minimal 322.000 penderita akan tetapi tak sedikit kalangan yang memprediksi pandemi covid masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Melihat Kasus penyebaran wabah corona terus mengalami peningkatan, Pada 28 September 2020 Pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi untuk kesekaian kalinya memperpanjang durasi penyaluran BLT Dana Desa dengan mengeluarkan Permendes PDTT Nomor 14 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga Permendes PDTT nomor 11 tahun 2019, BLT Dana Desa yang semula sampai dengan September 2020 kini dengan adanya regulasi baru pemerintah Desa dapat menyalurkan BLT Dana Desa sampai dengan Desember 2020.

SUDUT DESA Pemdes Pajeruan

Dengan adanya permendes PDTT nomor 14 tahun 2020 pemdes pajeruan kini kembali harus merubah Anggaran Belanja Desa untuk di relokasi ke kegiatan penyaluran BLT Dana Desa. Total relokasi anggaran untuk BLT Dana Desa sebesar Rp. 1.594.800.000, beberapa kegiatan Fisik yang sudah di anggarkan di APBDes awal tidak bisa tercover di tahun anggaran 2020 di antaranya;

  1. Pembangunan Jalan Makadam Dusun Tangkat Timur
  2. Pembangunan Jalan Makadam Dusun Mangar
  3. Pembangunan Jalan Rabat Beton Dusun Burneh
  4. Pembangunan Jalan Rabat Beton Dusun Lek kolek
  5. Pembangunan Jalan Makadam Dusun Mangar Laok
  6. Pembangunan Jalan Rabat Beton Dusun Lon nangkah
  7. Pembangunan Embung Dusun Burneh Onjur
  8. Pembangunan MCK Dusun Burneh Onjur
  9. Pembangunan MCK Dusun Burneh Oloh
SUDUT DESA Pemdes Pajeruan

Moh. Muhlis selaku Sekretaris Desa Pajeruan menyampaikan bahwa beberapa kegiatan fisik yang tidak tercover tahun ini akan di prioritaskan tercover di tahun Anggaran 2021. "Desa Pajeruan masih sangat membutuhkan pembangunan untuk akses jalan. di tahun 2020 kami prioritaskan itu akan tetapi dengan adanya pandemi virus ini beberapa regulasi dari atas membuat pemerintah Desa harus mengedepankan keberlangsungan hidup masyarakat Desa melalalui BLT Dana Desa dan pengadaan masker, namun kedepan Pemdes Pajeruan tetap berkomitmen untuk memperbaiki akses jalan" Ungkap pria yang kesehariannya akrab di sapa muhlis. 

(*/rb)





LihatTutupKomentar

Follow by Email